Sabtu, 09 Juli 2016

RASA, DILUPA MASA

Dalam mimpi, kita menemukan yang pernah hilang.
Kata, rasa dan satu, kenangan. Tentang kenikmatan bersahabat
Bercerita dan berkelana
Bersahaja, cintamu kugapai.
Rindu yang melambai bersama lengan yang tercapai.
Aku dan kamu, kita.
Berseragam dalam sua, bersama.
Tapi lalu kita siapa, kita apa?
Pemilik rahasia yang putus asa.
Memilih tumbang d lupakan masa
Pulang, tak bermakna.
Dalam mimpi, kita menemukan yang pernah hilang.

Sepasang Waktu

Senja,
Begitu menawan begitu mengagumkan
Hingga saat hanya engkau indah dalam lukisan
Iriku menjulang tinggi d awan
Engkau begitu d cinta
Karena malam yang memuja
Engkau begitu d rindu
Sang malam yang menunggu
Hingga menyatu d antaramu
Aku terpana terharu
Sepasang waktu yang kian bercumbu..

Jumat, 20 Mei 2016

Jangan Membenci

الانسان محال الخطأ و النسيان
Manusia adalah tempatnya salah dan lupa.
Yapp. Manusia adalah aku dan kamu.
Ketika engkau merasa tersakiti, merasa bahwa oranglain yang menyakiti tekah sangat tampak buruk dan selamanya tidak d pandang baik lagi. Hingga apapun yang ada pada dirinya adalah hal yang menyebalkan, bahkan adalah hal yang salah.
Jangan sampai engkau mengatakan apalagi menjadikan prinsip bahwa "Meskipun ia telah meminta maaf, lukaku akan terus asa dan ketika mengingatnya, aku sakit."
Meskipun pada hakikatnya kertas yang telah sobek rak mungkin kembali seperti semula, sama seperti rasa sakit, bagi sebagian orang, ia akan tetap sakit meskipun ada maaf.
Tetapi alangkah baik dan indahnya hati orang yang mau memaafkan dan mencoba tidak mengungkit kesalahan orang lain apalagi menyimpan lukanya. Sungguh, lebih nyaman menjadi pribadi yang suka memaafkan. Sebab, seharusnya kita ingat bahwa kita adalah sesama manusia, makhluk bukan khaliq. Kita bukan siapa-siapa, yang berhak me-label-i seseorang dengan rasa salah, sakit dan benci.
Bayangkan bahwa kita pasti pernah melakukan salah, sengaja/tidak.
Dan kita tidak tau dalam hati seseorang, bisa saja, saat kita memendam luka, orang lain lebih memendam luka pada kita atau bahkan sedang mendoakan hal-hal baik untuk kita.
Jangan merasa bahwa kita pantas menyimpan luka, sehingga hanya menjadikan kita merasa paling benar d antara orang lain. Padahal kita bukan siapa-siapa.
Jangan membenci orang yang cara berdosanya berbeda dengan kita.

160416 Holy Qur'an~

Bagiku.. Menghafal Al-Qur'an bukan hanya sekedar menghafal dan selesai, khataam.
Kewajiban menjaga dan mengimplikasikannya adalah hal penting. Memahami arti, mentadaburinya, pula adalah hal yang kadang kita lupa sebagai penghafal Al-Qur'an.
Al-Qur'an sungguh kalam mulia. Tidak semua orang d takdirkan berada d jalan hafal Al-Qur'an.
Sungguh kesusahan yang d hadapi saat proses menghafal sejatinya tidak seberapa dengan ni'mat hidup d jalannya, d jalan yang tidak semua orang mampu bertahan.
Suka dukaku mungkin belum apa-apa sebab masih berada pada ayat-ayat awal. Pada juz-juz yang masih jauh dari akhir. Tapi Al-Qur'an mengajariku banyak hal.
Kesabaran, keteguhan, kepercayaan, komitmen dan sebuah pandangan hidup yang cemerlang.
Al-Qur'an membuatku mengerti bahwa aku tertakdir untuk mencintainya, memeluknya setiap waktu, dan tak d harap melupakan sedetikpun. Al-Qur'an melaknati siapa yang mengkhianati dan mensyafangati yang mengagungkannya.
Al-Qur'an adalah harapan bagi setiap insan yang menuju penjagaannya.
Bukan maksud satu-satunya tujuan tapi Allah-lah tujuan daripada jalan yang penghafaal tempuh.
Allah-lah yang seharusnya dan pantas d ingat ketika hafalan. Allah-lah penguasa daripada usaha kita. Allah-lah tujuan daripada kita menghafal. Untuk bertemu,
Bermuwajahah dengan Allah.

Kamis, 19 Mei 2016

Mbah Kung, Aku rindu minta uang.

Bukan karena uangnya, bukan karena aku kehabisan uang atau karena apa.
Aku rindu minta uang pada mbah kung.
Rindu saat merangkak dari pintu ke ruang tamu mendekatinya, dengan ekspresi manja aku meminta.
Rindu saat aku ingin ini itu, aku tinggal meminta.
Rindu saat tanganku menengadah meminta uang.
Bukan karena uang, tapi pada kebiasaan dan kenangan yang takkan bisa terlupakan.

Jumat, 05 Februari 2016

Aku Pulang, Bah.

Terkadang Tuhan mengingatkan aku pada sosok Abah lewat mereka yang menengok anak-anaknya saat d pesantren. muda dan tua, kaya dan sederhana, bermobil mewah maupun sepeda.. bermanja-manja d ruang satu, ruang dimana rindu pecah dari jiwa-jiwa yang lama tak berjumpa.. Tersenyum, tertawa, menangis mengadu rasa.. Membawakan beberapa kebutuhan beberapa kesukaan seorang anak ada yang bertemu d garis gerbang hanya sebentar tapi kasih sayangnya tak kunjung usai Aku jadi berandai-andai, Abah mengajakku membeli banyak kitab menyuruhku untuk belajar giat lalu mengantarkan aku pada tempat yang ia pilih mengetuk pintu barokah pada seorang guru sowan bersama, dan mengenalkan aku.. Meninggalkan aku dan menitipkan rindu d suatu tempat, meski jauh, bila abah yang mengantar, aku tak apa. Lalu setiap abah rindu, abah menengokku seperti yang aku lihat pada oranglain.. merangkulku, menanyakan kabar dan hasil belajarku. aku ingin abah melihat tulisan-tulisanku, aku ingin abah mengetes hafalan dan pelajaranku. Saat aku butuh tanda tangan, aku ingin tanda tangan abah yang tertera d buku izinku. tidak kosong. aku ingin abah yang menghadiri acara d setiap akhir taunnya setiap liburan, aku ingin abah yang menjemputku dan pergi ke suatu tempat untuk menghiburku, menghilangkan lelah dan kejenuhanku. Aku ingin Abah menasihatiku setiap kali bersama, aku ingin abah menjelaskan aku harus hidup seperti ini, agar seperti ini... Aku ingin mendengar pertanyaan yang sama pada orang lain "Itu tadi Abahmu?" aku ingin menjawab dengan lantang, Sebuah kata "Iya" dengan makna bahwa aku bahagia, sangat bahagia memilikinya. Aku ingin seluruh dunia mengenal abah. mengenal sosok yang tak pernah lelah. Tiada duanya. Ah,! aku ingat senyumnya.. Aku jadi ingin poto bersama, sekarang. Nanti akan aku pasang d pintu lemariku, disana. Biar setiap kali aku buka, aku tidak lupa. Aku belajar dan d tunggu kepulangannya, dengan pesanan abah. Aku ingin pulang, aku ingin melihat abah. Aku ingin pulang, aku ingin mengadu pada abah. Aku ingin pulang, bercanda dan bermanja Aku ingin pulang, mendengar tutur kata, motivasi dan segalanya.. Aku pulang, Bah. Tapi semua tadi hanya ingin.

050216 Edisi Nunggu Simbah

Andai aku mampu menafsirkan diammu, tatapan pada sesuatu yang tak aku lihat, dan pada pejaman matamu beberapa waktu. Seandainya sukmanya masih ada, ceritakan padaku, lagi.. meski banyak hal yang selalu aku belum mampu temui maknanya. Jangan diam, Duhai,Simbah..