Jumat, 05 Februari 2016

Aku Pulang, Bah.

Terkadang Tuhan mengingatkan aku pada sosok Abah lewat mereka yang menengok anak-anaknya saat d pesantren. muda dan tua, kaya dan sederhana, bermobil mewah maupun sepeda.. bermanja-manja d ruang satu, ruang dimana rindu pecah dari jiwa-jiwa yang lama tak berjumpa.. Tersenyum, tertawa, menangis mengadu rasa.. Membawakan beberapa kebutuhan beberapa kesukaan seorang anak ada yang bertemu d garis gerbang hanya sebentar tapi kasih sayangnya tak kunjung usai Aku jadi berandai-andai, Abah mengajakku membeli banyak kitab menyuruhku untuk belajar giat lalu mengantarkan aku pada tempat yang ia pilih mengetuk pintu barokah pada seorang guru sowan bersama, dan mengenalkan aku.. Meninggalkan aku dan menitipkan rindu d suatu tempat, meski jauh, bila abah yang mengantar, aku tak apa. Lalu setiap abah rindu, abah menengokku seperti yang aku lihat pada oranglain.. merangkulku, menanyakan kabar dan hasil belajarku. aku ingin abah melihat tulisan-tulisanku, aku ingin abah mengetes hafalan dan pelajaranku. Saat aku butuh tanda tangan, aku ingin tanda tangan abah yang tertera d buku izinku. tidak kosong. aku ingin abah yang menghadiri acara d setiap akhir taunnya setiap liburan, aku ingin abah yang menjemputku dan pergi ke suatu tempat untuk menghiburku, menghilangkan lelah dan kejenuhanku. Aku ingin Abah menasihatiku setiap kali bersama, aku ingin abah menjelaskan aku harus hidup seperti ini, agar seperti ini... Aku ingin mendengar pertanyaan yang sama pada orang lain "Itu tadi Abahmu?" aku ingin menjawab dengan lantang, Sebuah kata "Iya" dengan makna bahwa aku bahagia, sangat bahagia memilikinya. Aku ingin seluruh dunia mengenal abah. mengenal sosok yang tak pernah lelah. Tiada duanya. Ah,! aku ingat senyumnya.. Aku jadi ingin poto bersama, sekarang. Nanti akan aku pasang d pintu lemariku, disana. Biar setiap kali aku buka, aku tidak lupa. Aku belajar dan d tunggu kepulangannya, dengan pesanan abah. Aku ingin pulang, aku ingin melihat abah. Aku ingin pulang, aku ingin mengadu pada abah. Aku ingin pulang, bercanda dan bermanja Aku ingin pulang, mendengar tutur kata, motivasi dan segalanya.. Aku pulang, Bah. Tapi semua tadi hanya ingin.

050216 Edisi Nunggu Simbah

Andai aku mampu menafsirkan diammu, tatapan pada sesuatu yang tak aku lihat, dan pada pejaman matamu beberapa waktu. Seandainya sukmanya masih ada, ceritakan padaku, lagi.. meski banyak hal yang selalu aku belum mampu temui maknanya. Jangan diam, Duhai,Simbah..

Rabu, 20 Januari 2016

Tangis siapa ini?

Aku mendengar jerit seseorang, tapi aku tidak bisa berkutik sedikitpun. Untuk berlari mencari sumber suara itu, aku tak kuasa melangkahkan kaki, aku dalam gelap malam, meringkuk menangisi bagaimana aku tak bisa bergeser sedikitpun dari area yang aku tempati saat ini. Aku sendiri, aku tertekan dan aku ingin pulang. Aku semakin resah dengan suara yang semakin berjalannya waktu semakin keras dan seperti tersakiti. Siapa gerangan yang memiliki suara itu? Benarkah berlumuran darah d mata dan hatinya? Tapi hatiku lemah dan seakan-akan aku hilang menyatu dengan tangis itu. Aku gelisah, aku lelah.

Ah!

Aku ingin istirahat dari perdebatan ini.

Selasa, 19 Januari 2016

Fana

Ketika aku sadar bahwa dunia hanyalah fatamorgana
Kuletakkan halus-halus ia dalam angan tak kubiarkan merasuki hati lagi
Ia begitu keras meraung-raung
Menjelma menjadi dua dzat
Cinta dan kefanaan.

Stay Focus

Hidup dan jauh dari orang-orang tersayang memang berat. Apalagi tidak tinggal di rumah yang sejak lahir meneduhkan engkau. Dimana disana adalah surga yang tidak kau temukan kebahagiaannya dimanapun. Keluarga dan segala yang ada,  Mendoakanmu penuh harap. Memilihmu untuk menjadi hakikatnya seorang manusia. Perjuangankan apa yang seharusnya, Jangan berfikir mundur dan putus asa, Kamu ditunggu banyak orang, Semangat, Zulaiha..

Kamis, 14 Januari 2016

Sahabat, Aku Ingin...

Aku terpaku, diam dan berkawan sunyi.
pagi menjelaskan sebuah goresan persahabatan
ada dua nama dalam hidup ini
mereka menjelma menjadi keindahan yang sesungguhnya
tampak jauh dan berpisah
tapi hari yang telah lalu menitipkan rasa
hati bilang, mereka ada padaku
tidak pergi bahkan jauh
Aku ingin berjalan bertiga dalam satu langkah tak ada beda
kemanapun arahnya
pada saat sekolah
aku ingin tertawa pada satu tema
tapi tiga warna bahagianya
aku ingin beranjak dewasa bersama
bertiga dalam satu cerita
Jangan, jalan kita berbeda
berjumpa di ujung keberhasilan, kita sama :)