Tampilkan postingan dengan label Ayah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ayah. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Mei 2015

Biar Aku Ingat

jangan katakan bahwa orang tua tidak pernah mengerti tentang jalan hidup kita.. tapi jika kamu mau menelaah lebih jauh.. atau suatu saat nanti, kamu akan tau betapa kesalahan ada pada keputusan kita bila tanpa ridho mereka.
apalagi, berfikir bahwa mereka jahat dan kamu rela mengotori mulut-mulutmu untuk mengatakan bahwa mereka adalah hewan/sebangsanya.
Mungkin kamu lupa kamu terlahir dari siapa..
biar kita saling mengingat, kita anak-anak pilihan, dari berjuta yang lainnya, kita yang d ciptakan sedemikian rupa.
Ketika kita merasa buruk, kita lupa betapa orang tua  telah merawat kita sejak dalam kandungnya.. Lalu berhentilah melihat yang d atas untuk masalah dunia, ada banyak yang lahir tanpa usapan tangan ibu.. hanya karena nyawa adalah taruhan atas lahirnya. 
ada banyak yang lahir tanpa suara ayah, betapa karena tak banyak menyempatkan waktu untuk anaknya..
dan seburuk apapun keadaan kita, slalu ada yang ingin berada d posisi kita......

Jangan sia2 kan waktu yang berharga.. waktu dimana ada saat2 yang tidak bisa kita tebak..
Saat kepergian.. saat kematian...
ada dimana kamu kehilangan segalanya tentang mereka..
lalu... sedetik sebelumnya.. saat kamu marah atau kamu bahagia atas mereka , akan menjadi kenangan yang sulit kamu lupakan..
kenangan yang akan slalu kamu rindukan..
dimana tanpa ayah.. kamu tidak bisa lagi memanggil "Ayah...Abah...Bapak...Abi..." dan kamu takkan pernah pula mendengar sahutannya..
Kamu akan bergetar hatinya melihat anak-anak manis lainnya tersenyum lewat bersama ayah..
kamu akan berdegup kencang jantungnya ketika harus mengerti dunia memperlihatkan kemesraan seorang anak dan ayahnya ..
Begitupula ibu...
ketika kita d tinggal beberapa hari saja.. tanpa ibu...Rasa sepi sudah tiada duanya..
Banyak yang tidak bisa tersampaikan.. kehilangan mereka adalah hal yang paling menyedihkan..
Biar kita saling mengingat..
Bahwa aku saja, yang bukan ibumu.. bukan ayahmu.. sangat tersakiti.. mengerti kamu menjelek-jelekan orang tuamu.. mengatakan apa yg tidak seharusnya kamu katakan pada manusia, pada darah dagingmu sendiri..
Bolehlah bila aku mengingatkan sedikit..
dirimu sendiri  yang kamu jaga dengan baik adalah anak ibu dan ayah,.
jangan bilang kamu tidak terawat dan kamu berhasil membuat dirimu seindah mungkin dengan tanganmu sendiri..
biar kita saling mengingat.. kita tidak akan pernah ada tanpa mereka..
Baju yang kamu pakai, hiasan, rambut bagus, dan segala yang ada pada dirimu..terlambat atau mengikuti zaman..
jangan katakan bahwa kamu tidak bahagia atas apa yang kamu miliki..
atau bahkan bila kamu tetap memungkiri kasih sayang orang tuamu..
biar kita saling mengingat,
sebelum dewasa ini..  sebelum sedikit demi sedikit mampu membenahi diri dengan  baik..
ada ibu dan ayah, ada keringat dan apapun milik mereka dalam diri kita.

Senin, 09 Februari 2015

1996~

Always got up early,had always taught,
english arabic teachers meetings, met
important people, prayer and other activities that are beneficial for you and everyone else,of course.
after you wrote, "slept late, i was busy, all day" not infrequently i met a sentence that
makes me always miss you, at the end of the temple, at the end of the diary "I was rather sick" when I first knew it, I was not willing you feel tired and sick..
once again, you're a fighter, Abah. you are a hero~

Minggu, 08 Februari 2015

Aku rindu, Ayah.

Ada yang ingin aku sampaikan padamu, Ayah.
Tentang apa yang telah aku lakukan
Tentang apa yang pernah aku jenuhkan
Tentang apa yang pernah aku banggakan
Dan tentang apa yang pernah aku rasakan.

Ada yang ingin aku sampaikan padamu, Ayah.
Tentang apa yang aku lakukan
Tentang apa yang aku jenuhkan
Tentang apa yang aku banggakan
Dan tentang apa yang sedang aku rasakan

Dimana aku harus bertanya, tentang jalan hidup yang harus aku tempuh.
Dimana aku harus bertanya, tentang bagaimana aku terus melaju.
Dimana aku bertanya, kemana aku harus mendengar jawaban..

Dan Ada yang ingin aku sampaikan padamu, Ayah.
Aku rindu..
Aku rindu..
Aku rindu..
Aku rindu..
Aku rindu memandangmu dalam-dalam,
Aku rindu melihatmu makan
Aku rindu melihatmu ke kamar mandi
Aku rindu melihatmu mengajar
Aku rindu melihatmu pergi ke masjid
Aku rindu melihatmu menjalankan mobil
Aku rindu melihatmu berjalan
Aku rindu melihatmu memakai jubah
Aku rindu melihatmu slalu membawa tasbih
Aku rindu melihatmu tertawa
Aku rindu melihatmu menangis
Aku rindu melihatmu marah
Aku rindu melihatmu tersenyum
Aku rindu mendengar suara laramu
Aku rindu menyuapimu
Aku rindu segala tentangmu, Ayah..
Dan kerinduanku, takkan mampu d pahami selain aku, takkan selesai tertulis waktu..
Dan, aku.. Sekali lagi.. Merindukanmu..
Abah..

Kamis, 05 Februari 2015

Abah


Sebab sajak mampu melukis rindu,
Dalam Senyum senja dan ada aku, ada semangat.
Tanah kelahiran, Basah hujan dan sisa kenangan..
Menuntunmu, dalam masa kanak..
Tak mengerti rasanya menggenggammu,
Tak paham artinya merangkulmu,...
Tak peduli betapa harus bahagianya aku.
Teringat sehari sebelum waktu itu..
Melihatmu tenang dalam diam,
Menerka-nerka segala yang akan terjadi,
Aku terlambat mampu mengerti, Abah.
Aku terlambat mampu memahami,
Betapa bahagia masa kanak-kanakku saat itu.
Merangkulmu, menggenggam dan bahagia melihatmu tersenyum, Hanya ada dalam angan, tapi kau hidup dalam kenangan.
Melihatmu, Diam-diam aku rindu..